Rifa’i: Bekerja Sembari Kuliah di Universitas Terbuka Malaysia

28 August 2019
Comments 0
Category Artikel
28 August 2019, Comments 0

Pada kegiatan pelatihan kelola informasi yang digelar Infest (11-12/10/14) di Apartemen Damai, Subangjaya, Malaysia, Saya mendapat kesempatan mewawancarai Muhammad Rifa’i (26). Lelaki yang biasa disapa Rifa’i tersebut berasal dari Desa Seringin, Kecamatan Jumantono, Surakarta. Selain menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Rifa’i melanjutkan belajar di jurusan ilmu komunikasi Universitas Terbuka Pokja Kuala Lumpur sejak Juli 2012.

Berawal dari keinginannya melihat menara berkembar atau biasa disebut Menara Petronas, Rifa’i berkeinginan menjelajahi tempat-tempat menarik lainnya di Malaysia. Keterbasan biaya untuk mewujudkan mimpinya, membuat ia memutuskan untuk menjadi TKI. Ia pun menyebut keputusannya tersebut dengan istilah “modal nekat”.

Selain menara berkembar di Kuala Lumpur, dia juga ingin mengunjungi landmark negara tetangga seperti Singapura, India, hingga ke Eropa. Meskipun memiliki mimpi besar untuk berkeliling dunia, namun tujuan utamanya menjadi TKI adalah mencari modal untuk memulai usaha di Indonesia. Saat ini kuliah Rifa’i sudah memasuki Semester 5, dengan waktu belajar yang fleksibel, dia leluasa untuk tetap bekerja di pabrik tembaga, di Seksyen 27, Shah Alam, Malaysia.

“Kuliah di UT sangat terjangkau biayanya karena menggunakan kurs rupiah. Saya bisa jalani proses belajar sambil tetap bekerja, meski cukup kesulitan menemui dosen pembimbing untuk mengajukan pertanyaan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *