Cetak Sarjana Mandiri, Kemenpora Gelar Program PSP3

27 August 2019
Comments 0
Category Artikel
27 August 2019, Comments 0

Guna mencetak para sarjana bisa mandiri, Kemenpora kembali melaksanakan program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) 2015. Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar selama dua pekan, mulai 20 Agustus hingga 2 September di Jakarta.

Program tersebut cukup diminati para lulusan perguruan tinggi yang tersebar di Tanah Air. Buktinya, begitu panitia membuka pendaftaran sejak Maret-Mei lalu, 17.626 orang ikut mendaftar. Setelah diadakan seleksi, hanya 994 orang yang dinyatakan lolos. Program PSP3 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Kemenpora melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda juga menjaring secara khusus 100 sarjana olahraga.

Selain sebagai sarjana mandiri penggerak pembangunan di pedesaaan, 100 orang lulusan ilmu olahraga tersebut juga diharapkan berperan sebagai pelatih saat PSP3. Apalagi, Kemenpora sudah memiliki program berupa “satu desa satu lapangan satu pelatih” di berbagai desa di Indonesia.

“Mulai tahun ini, untuk pertama kalinya kami memasukkan sarjana olahraga dalam program PSP3. Seperti peserta lain, mereka juga akan menjalani pembekalan. Ini bertujuan untuk membangun kemandirian dan etos kerja. Sehingga mereka dapat membantu percepatan pembangunan pedesaan sekaligus membudayakan olahraga pada seluruh masyarakat di wilayah tugas mereka,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Sakhyan Asmara.

Berbeda dengan peserta dari disiplin ilmu lain, khusus sarjana olahraga tidak diminta menjalani tes tertulis dan wawancara. “Mereka hanya seleksi administrasi saja,” jelas Sakhyan didampingi Ketua Panitia Pelaksana PSP3 2015, Sofwan.

Perbedaan lain dalam PSP3 kali ini, penempatan peserta akan ditempatkan sesuai daerahnya masing-masing. Misalnya, peserta asal Jawa Tengah tetap akan ditempatkan di wilayah tersebut. Kebijakan itu berbeda dengan tahun lalu, yakni peserta dari Jawa Tengah bisa ditaruh di luar Jawa.

“Tidak lagi lintas provinsi. Kali ini, agar lebih efektif, peserta akan ditempatkan di provinsi asal. Mereka sangat diharapkan dapat memainkan peran positif dalam pembangunan wilayahnya. Adapun untuk masa penempatan, tidak lagi dua tahun tapi hanya satu tahun,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *